Tahukah Anda Pemilik Piso Gaja Dompak

Diposting pada


Ilmu Pengetahuan ( Event Zero Indonesia ) Piso Gaja Dompak merupakan keris, yang memiliki lambang kerajaan Si Singamangaraja yang berasal dari sumatera utara. Keris ini bukanlah sembarang keris. Keris panjang ini merupakan salah satu yang terpenting dalam kerajaan Si Singamangaraja yang di mulai dan berpusat di daerah Bakara, di tepi Danau Toba, dan hanya sekitar 8 km dari Pulau Samosir yang dikenal oleh orang pada umumnya. 

Konon Piso Gaja Dompak itu ada sejak Si Singamangaraja I yaitu sekitar di pertengahan abad XVI masehi. Pada tahun 1875 Patuan Bosar yang kemudian digelari dengan Raja Ompu Pulo Batu,dinobatkan menjadi Si Singamangaraja xii DI Bakara. 
Si Singamangaraja XI (Ompu Sohahuaon), ayahanda dari Si Singamangaraja XII, nyatanya menjadi sebagai Raja Imam Batak dalam waktu yang lama sekali, kurang lebih 50 tahun.
Menurut adat istiadat Batak, putra tertua dari suatu keluarga-lah yang diutamakan melanjutkan pekerjaan dan fungsi orang tuannya, khususnya di bidang adat dan pemerintahan. Oleh karena itu Ompu Parlopuk menjadi Si Singamangaraja XII
Tahukah Anda Pemilik Piso Gaja DompakNamun untuk mendapatkan gelar Si Singamangaraja, seseorang tersebut haruslah memiliki suatu karakteristik kepemimpinan berkharisma yang jadi syarat mutlak dan tidak lepas dalam suasana magis dan mistis. Siapa yang calon pemimpin Si Singamangaraja harus mampu mencabut Piso Gaja Dompak dari sarungnya, yang mampu menurunkan hujan dan membuat suatu tanda-tanda luar biasa seperti mukjizat. 
Namun ketika itu Ompu Parlopuk tidak dapat memenuhi persyaratan tersebut tetapi dapat dilaksanakan oleh adiknya yang bernama Patuan Bosar.
Kemudian setelah melalui banyak rintangan, Patuan Bosar dinobatkan menjadi Si Singamangaraja XII walau diketahui usia Si Singamangaraja XII masih berusia sekitar 17 tahun pada tahun 1875 karena Si Singamangaraja XII ternyata dapat menurunkan hujan pada musim kemarau yang sangat parah di kala itu. 
Si Singamangaraja XII memiliki peran sebagai pengatur kerajaan manusia bermata hitam di Sumatera. Ini diketahui bahwa fungsi kepemimpinan-nya dalam bidang agama, adat istiadat, pendidikan, ekonomi, kebudayaan, hukum, militer dan pertanian. 
Jadi sangat jelas bahwa bukan hanya sebagai PRIESTER KONING (Pendeta Raja) sebagaimana yang di jelaskan oleh pihak kolonial Belanda. Si Singamangaraja XII diakui sebagai raja dan imam besar (DATU BOLON) oleh semua suku Batak.
Dari semua itu di pada akhirnya bahwa Si Singamangaraja XII bukan hanya seorang raja yang memperjuangkan rakyat batak saja melainkan memperjuangkan seluruh nusantara di kala kolonial Belanda menjajah Indonesia. 
Di akhir gugur-nya Si Singamangaraja XII memiliki ucapan terakhir yaitu “AHU SI Singamangaraja” bila di artikan dalam bahasa Indonesia adalah Aku Si Singamangaraja.
Demikianlah artikel ini tentang senjata Piso Gaja Dompak yang dimiliki oleh Si Singamangaraja semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi anda.
Salam GENUS (Generasi Penerus)
]]>