Defenisi Dan Penyebab Busung Lapar (Kwasiorkor)

Diposting pada

Ilmu Pengetahuan ( Event Zero Indonesia ) Defenisi busung lapar itu mula berawal dari kata kwasiorkor yang berasal dari bahasa Ghana-Afrika yang berarti “anak yang kekurangan kasih sayang ibu”. Kwasiorkor adalah salah satu bentuk malnutrisi protein berat yang disebabkan oleh kekurangan kandungan protein yang dibutuhkan oleh tubuh. 

Kwasiorkor atau busung lapar adalah suatu sindrom yang diakibatkan defisiensi protein yang berat. Istilah nama tersebut pertama kali digunakan oleh Cecily Williams untuk bayi dan balita yang menderita busung lapar. Nama tersebut dari daerah Pantai Emas, Afrika, yang berarti anak terlantar. 

Defisiensi itu sangat parah, sekalipun konsumsi energi atau kalori tubuh mencukupi kebutuhan. Biasanya, kwasiorkor lebih banyak menyerang bayi dan balita pada usia enam bulan sampai tiga tahun. Usia yang paling rawan terkena defisiensi itu adalah dua tahun. Pada usia itu, akan berlangsung suatu masa peralihan makanan dari ASI ke makanan pengganti ASI atau makanan sapihan. 
Defenisi Dan Penyebab Busung Lapar (Kwasiorkor)
Pada umumnya, kandungan karbohidrat makanan tersebut tinggi, tapi mutu atau kualitas dan kandungan proteinnya sangat rendah. Ciri-ciri anak yang menderita kwasiorkor tersebut akan mengalami hambatan pertumbuhan, perubahan pada pigmen rambut dan kulit, edema, dan perubahan patologi pada hati. Hal tersebut terutama terlihat pada infiltrasi lemak, nekrosis (kematian sel), dan fibrosis. Temuan lain adalah apati, cengeng, atrofi pankreas, gangguan saluran cerna, anemia, kadar albumin serum yang rendah, dan dermatosis.
Kulit penderita pada umumnya akan terlihat menjadi gelap. Pada ekstremitas (tangan dan kaki) dan punggung, timbul suatu bercak-bercak menebal yang dapat mengelupas. Kulit di bawahnya berwarna merah muda yang hampir seperti pellagra. Terjadinya suatu endema biasanya diawali akibat turunnya kadar albumin serum. Hal itu mengakibatkan turunnya tekanan osmotik darah. Cairan darah akan menerobos pembuluh darah dan masuk ke dalam cairan tubuh.
Pada umumnya anak-anak yang mengalami hal ini akan kehilangan nafsu makan, rewel, diare, dan bersikap apatis. Biasanya pula juga mereka menderita infeksi lambung dan perubahan psikomotor. Wajahnya akan bengkak. Pada orang dewasa, keadaan ini pun akan bias terjadi juga, dan yang terparah adalah ketika busung lapar.
Demikianlah artikel ini dibuat semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi anda tentang busung lapar (kwasiorkor).
Salam GENUS (Generasi Penerus) 
]]>