Pahlawan Nasional wanita Indonesia

Diposting pada

Pahlawan Wanita Indonesia

Di Indonesia banyak sekali pahlawan wanita yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia maupun pahlawan emansipasi wanita Indonesia, namun ada beberapa tokoh yang paling terkemuka akan perjuangannya yang begitu  besar, berikut contoh Pahlawan Wanita Indonesia tersebut :

1. Raden Adjeng Kartini

[caption id="attachment_736" align="aligncenter" width="335"]Pahlawan Wanita Indonesia RA. Kartini Pahlawan Wanita Indonesia RA. Kartini[/caption]

Raden Adjeng Kartini sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini, lahir di kota Jepara pada tanggal 21 April 1879. Beliau wafat dalam usia yang relatif muda yaitu di Rembang, pada tanggal 17 September 1904.

Sosok Kartini adalah seorang tokoh Jawa dan kemudian diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia, karena Kartini menjadi pelopor dalam kebangkitan perempuan pribumi. Adapun latar belakang Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau keturunan bangsawan Jawa.

Berkat kegigihan Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini“.

Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis. Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

2. Dewi Sartika

[caption id="attachment_737" align="aligncenter" width="332"]Pahlawan Wanita Indonesia Dewi Sartika Pahlawan Wanita Indonesia Dewi Sartika[/caption]

Dewi Sartika merupakan seorang Pahlawan Pergerakan Nasional yang berasal dari Bandung, yang lahir pada tanggal 4 Desember 1884 dan beliau meninggal di Tasikmalaya, 11 September 1947, pada usia 62 tahun.

Beliau menjadi Pahlawan pendidikan kaum wanita Indonesia, pahlawan nasional, sekaligus tokoh panutan di kalangan masyarakat Sunda. Ia bersama Kartini adalah tokoh perempuan terkemuka Indonesia.

Totalitasnya dalam memperjuangkan pendidikan terutama bagi kaum perempuan di akui dan diberikan apresiasi pemerintah dengan memberinya gelar Pahlawan Nasional sejak tahun 1966. Dewi Sartika merupakan putri dari pasangan Raden Somanegara dan Raden Ayu Permas.

Ayahnya seorang patih di Bandung. Kedua orang tuanya adalah pejuang kemerdekaan yang pernah diasingkan ke Ternate (Maluku). Setelah kedua orang tuanya di asingkan, Dewi Sartika kemudian diasuh paman-nya (Patih Aria) yang tinggal di Cicalengka.

3. Cut Nyak Dhien

[caption id="attachment_738" align="aligncenter" width="332"]Pahlawan Wanita Indonesia Cut Nyak Dien Pahlawan Wanita Indonesia Cut Nyak Dien[/caption]

Cut Nyak Dhien lahir pada 1848 dari keluarga kalangan bangsawan yang sangat taat beragama. Ayahnya bernama Teuku Nanta Seutia, uleebalang VI Mukim, bagian dari wilayah segi XXV.

Leluhur dari pihak ayahnya, yaitu Panglima Nanta, adalah keturunan Sultan Aceh yang pada permulaan abad ke-17 merupakan wakil Ratu Tajjul Alam di Sumatera Barat. Ibunda Cut Nyak Dhien adalah putri uleebalang bangsawan lampagar.

Perjuangan Tjoet Njak Dien menimbulkan rasa takjub para pakar sejarah asing, sehingga banyak buku yang melukiskan kehebatan pejuang wanita ini. Zentgraaff mengatakan, para wanita-lah yang merupakan de leidster van het verzet (pemimpin perlawanan) terhadap Belanda dalam perang besar itu. Aceh mengenal Grandes Dames (wanita- wanita besar) yang memegang peranan penting dalam berbagai sektor.

]]>