Rumusan dasar negara menurut tokoh perjuangan

Diposting pada

Pengertian Rumusan Dasar Negara

Rumusan Dasar Negara merupakan elemen penting terbentuknya sebuah negara. Adapun pengertian dari dasar negara itu sendiri ialah pegangan suatu negara yang menjadi sumber dari semua sumber hukum dan tata tertib hukum yang berlaku dalam negara tersebut.

Tokoh Perumus Dasar Negara

Ada beberapa usulan tentang dasar negara Indonesia yang dikemukakan oleh beberapa tokoh perumus dasar negara, yaitu :

1. Mr. Moh. Yamin

[caption id="attachment_731" align="aligncenter" width="344"]Tokoh Pembuat Rumusan Dasar Negara Mohammad Yamin Tokoh Pembuat Rumusan Dasar Negara Mohammad Yamin[/caption] Ada 2 macam rumusan yang di sampaikan yaitu melalui lisan dan tertulis :

a. Secara lisan :

  • Peri Kebangsaan
  • Peri Kemanusiaan
  • Peri Ketuhanan
  • Peri Kerakyatan
  • Kesejahteraan Rakyat

b. Secara tertulis :

  • Ketuhanan Yang Maha Esa
  • Kebangsaan persatuan indonesia
  • Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia

2. Prof. Dr. Mr. Soepomo

[caption id="attachment_732" align="aligncenter" width="356"]Tokoh Pembuat Rumusan Dasar Negara Prof. Dr. Mr. Soepomo Tokoh Perumus Dasar Negara Prof. Dr. Mr. Soepomo[/caption]
  • Persatuan
  • Kekeluargaan
  • Mufakat dan demokrasi
  • Musyawarah
  • Keadilan sosial

3. Ir. Soekarno

[caption id="attachment_733" align="aligncenter" width="366"]Tokoh Pembuat Rumusan Dasar Negara Ir. Soekarno Tokoh Pembuat Rumusan Dasar Negara Ir. Soekarno[/caption]
  • Kebangsaan Indonesia
  • Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
  • Mufakat dan demokrasi
  • Kesejahteraan sosial
  • Ketuhanan YME

Adapun konsep rumusan dasar negara versi Piagam Jakarta (Jakarta Charter), yaitu

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat- syariat islam bagi para pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
]]>