Sejarah Peradaban Kerajaan Sriwijaya

Diposting pada

Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya berdiri sekitar abad ke-7 Masehi. Letaknya di Muara Takus (sekarang daerah Raiu), tepatnya pada pertemuan dua aliran sungai, yaitu Sungai Kampar Kanan dan Sungai Kampar Kiri.

Palembang merupakan pusat kerajaannya. Mencapai puncak kejayaan pada saat diperintah oleh Balaputeradewa merupakan putra dari Samaratungga yang berasal dari Jawa, sekitar abad ke-9.

[caption id="attachment_638" align="aligncenter" width="621"]Kerajaan Sriwijaya Kerajaan Sriwijaya[/caption]

Pada mulanya, Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan sungai. Namun, setelah kuat mengadakan perluasan kekuasaan. Perluasan ini dimaksudkan untuk menguasai perdagangan. Hal ini bisa dilihat dari daerah- daerah yang ramai.

Daerah pusat perdagangan yang berhasil dikuasainya, antara lain daerah Tualang Bawang, Kedah, Pulau Bangka, Jambi, Genting Kra, dan Jawa Tengah (Kalingga dan Mataram).

Dalam upaya memperluas serta mempertahankan wilayah kekuasaannya, Sriwijaya membentuk armada laut yang kuat. Hampir seluruh Pulau Sumatera, Jawa Barat, Kalimantan Barat dan Selat Sunda dapat dikuasai. Oleh karena itu, Sriwijaya disebut sebagai Kerajaan Nusantara yang pertama.

Wilayah kekuasaan luas, didukung letak Sriwijaya yang menjadi pusat pertemuan antara pedagang dari India dan China, menjadikan kemajuan bagi rakyat. Oleh sebab itu, kegiatan perdagangan dan pelayaran menjadi mata pencaharian utama yang menjadikan Sriwijaya sebagai Kerajaan Maritim.

Sriwijaya dikenal pula sebagai pusat pendidikan dan penyebaran agama Budha di Asia Tenggara. Tidak terbatas penduduknya yang mempelajari bahasa Sanskerta dan agama Budha. Bahkan pendeta dari China yang bernama I-tsing tahun 685M menetap di Sriwijaya.

Mahaguru ilmu agama Budha yang berasal dari India, yaitu Sakhyakirti dan Dharmapala turut mengajarkan agama Budha. Banyak pula pemuda dari Sriwijaya yang memperdalam ilmunya di Nalanda (India).

Kebesaran Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran, karena serangan Raja Colamandala dari India Selatan tahun 1025 M. Tahun 1275 M, Singasari menyerbu Sriwijaya. Selanjutnya, tahun 1377, Sriwijaya diserbu Majapahit. Sejak masa itu, riwayat Kerajaan Sriwijaya berakhir.

Peninggalan- peninggalan Kerajaan Sriwijaya, antara lain :

  1. Prasasti Kedukan Bukit (684 M),
  2. Prasasti Talang Tuo (684 M),
  3. Prasasti Kota Kapur (686 M),
  4. Prasasti Karang Berahi (686 M).
]]>