Biografi Tentang Moh. Hatta dan Perjuangannya

Diposting pada

Mohammad Hatta Mohammad Hatta. Seperti yang kita ketahui, Gelar Pahlawan Nasional di berikan oleh pemerintah kepada seorang warga Indonesia dimana ketika dia hidup dia telah melakukan tindakan kepahlawanan dengan tujuan membela kepentingan negara.

Belajar tentang biografi dari Pahlawan Nasional Indonesia itu perlu, selain untuk mengenang dan menghormati perjuangan mereka demi kemerdekaan Indonesia, cerita tentang jalan hidup mereka bisa untuk dijadikan inspirasi untuk terus menggugah semangat untuk terus berjuang sekalipun bentuk perjuangan zaman dulu dan sekarang berbeda.

Dari sekian banyak para pahlawan nasional kita, salah satu di antaranya akan kita ulas dalam artikel ini. Yaitu Bapak kita Moh. Hatta, yang merupakan pejuang kemerdekaan sekaligus Bapak presiden Indonesia yang pertama.

[caption id="attachment_764" align="aligncenter" width="551"]Mohammad Hatta Mohammad Hatta[/caption]

Biografi Mohammad Hatta

Beliau memiliki nama asli Muhammad Athar. Beliau lahir pada tanggal 12 Agustus 1992 di Bukittinggi. Beliau merupakan putra dari Mohammad Djamil yang meninggal sewaktu beliau kecil dan ibu beliau bernama Siti Saleha.

Pada tahun 1916, beliau mulai terjun ke dunia politik dengan terpilih-nya beliau menjadi bendahara di Jong Sumatranen Bond, yaitu sebuah perkumpulan pemuda di wilayah Padang.

Beliau kemudian menetap di Belanda sejak tahun 1921 untuk melanjutkan studinya di sekolah tinggi ekonomi di Rotterdam, Belanda yakni di Handels Hogere School. Di Belanda, selain belajar, beliau juga bergabung dengan Indische Vereeniging, yakni sebuah organisasi pelajar Indonesia yang ada di Belanda.

Indische Vereeniging ini kemudian diganti namanya menjadi Perhimpunan Indonesia (PI). Pada awalnya, organisasi ini adalah organisasi biasa sebagai perkumpulan pelajar Indonesia, namun kemudian berubah menjadi sebuah organisasi pergerakan saat tokoh Indische Partij yang terdiri dari Tjipto Mangunkusumo, Suwardi Suryadiningrat dan Douwes Dekker ikut pula bergabung.

Beliau terpilih menjadi bendahara Perhimpunan Indonesia pada tahun 1922 dan akhirnya menjadi ketua pada tahun 1925. Dan pada tahun 1927, beliau ditangkap oleh Belanda dengan tuduhan bahwa beliau telah melakukan provokasi terhadap rakyat untuk memberontak kepada Belanda.

Pada tahun 1932 beliau berhasil menyelesaikan studinya di Belanda dan kembali ke tanah air. Setelah kembali ke tanah air, beliau mendirikan parta PNI (Pendidikan Nasional Indonesia) bersama dengan Sutan Syahrir yang bertujuan meningkatkan kesadaran rakyat Indonesia tentang dunia politik.

Selanjutnya pada tahun 1935, beliau kembali ditangkap dan dibuang ke Digul, Papua dan kemudian di pindah ke Banda Naira dan Sukabumi. Beliau akhirnya dibebaskan setelah terjadi pergantian kekuasaan dari Belanda ke Jepang.

Setelah bebas, beliau ikut memimpin Putera (Pusat Tenaga Rakyat) dan juga PPKI. Dan selama masa perang kemerdekaan, beliau menjadi perdana menteri sekaligus menteri pertahanan.

Kemudian tanggal 18 Agustus 1945 beliau dilantik sebagai Wakil Presiden Indonesia dan pada 1 Desember 1956 beliau mengundurkan diri dari jabatannya itu. Beliau meninggal pada 14 Maret 1980 dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Tanah Kusir Jakarta.

Beliau dimakamkan di tempat ini sesuai dengan apa yang beliau minta, karena hasrat beliau yang selau ingin berada di dekat rakyat.

Perjuangan Moh. Hatta untuk Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Setelah kemerdekaan Indonesia selesai diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, perjuangan bangsa Indonesia tidak berhenti pada saat itu. Indonesia kembali menghadapi tantangan untuk tetap mempertahankan kemerdekaannya dari ‘kehausan’ Belanda yang ingin menjajah Indonesia lagi.

Disamping itu pula, bangsa Indonesia juga harus berjuang untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaannya itu secara internasional dengan jalan perundingan. Karena kalau tidak, proklamasi kemerdekaan yang telah dilakukan hanyalah angin yang berlalu.

Akhirnya setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, ditandatanginalah perjanjian Linggarjati dan kemudian disusul Perjanian Renville yang pada ujungnya dilanggar oleh pihak Belanda.

Dalam upaya untuk mendapatkan dukungan dari luar negeri, Mohammad Hatta pergi ke India untuk menemui PJ Nehru dan Mahama Gandhi. Dalam pertemuan ini, PJ Nehru berjanji bahwa India akan membantu Indonesia.

Belanda kembali melakukan penyerangan yakni serangan agresi militer Belanda yang ke II tanggal 19 Desember 1948. Dalam penyerangan itu, Belanda berhasil menangkap beberapa tokoh Indonesia, termasuk Mohammad Hatta.

Namun karena kegigihan bangsa Indonesia, akhirnya TNI yang selalu siaga berhasil mendesak Belanda untuk mengulang perundingan. Perundingan yang dinamakan dengan Perjanjian Roem Roijen ini tentu saja membutuhkan kehadiran Mohammad Hatta sebagai seorang yang begitu piawai dalam berargumen.

Akhirnya dengan kepiawaian-nya itu, Mohammad Hatta yang menjadi ketua delegasi Indonesia meraih keberhasilan mengambil simpati dari seluruh dunia dalam Konferensi Meja Bundar yang dilaksanakan tepatnya pada 23 Agustus-2 Nopember 1949.

Itulah sepenggal kisah seorang Moh. Hatta, seorang pahlawan besar, sekaligus wakil presiden yang pertama di Indonesia. Semoga bisa menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda agar terus semangat dalam berjuang dan memajukan tanah air dan bangsa. ]]>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *