Macam-Macam Jaringan Pada Tumbuhan Serta Berbagai Fungsinya

Diposting pada

Seperti yang telah kita ketahui, tumbuhan memiliki jaringan tumbuhan yang bertugas untuk melangsungkan proses metabolisme dalam setiap bagiannya.

Layaknya pada manusia dan hewan, jaringan tumbuhan juga memiliki fungsi dan tugas sendiri-sendiri. Apa saja jenis jaringan dan tugasnya? Berikut penjelasannya.

Jaringan tumbuhan beserta fungsinya

Jaringan tumbuhan macam beserta fungsinya

1. Jaringan Muda (Meristem)

a. Ciri – ciri jaringan meristem

Jaringan Meristem memiliki ciri-ciri :

  1. Membran sel-nya tipis, vakuola kecil dan ruang sel penuh dengan protoplasma.
  2. Tersusun dari sel embrional.
  3. Sel-nya selalu membelah.
  4. Terletak titik tumbuh batang dan titik tumbuh akar.

Fungsi jaringan tumbuhan jenis ini adalah untuk melakukan pembelahan sel yang berfungsi untuk menumbuhkan akar, batang, serta daun.

b. Pengelompokkan Jaringan Meristem

Berdasarkan posisinya, jaringan meristem dibagi atas :
  • Meristem lateral : Berada sejajar dengan permukaan organ tempatnya, contoh di kambium.
  • Meristem interkalar : berada di tengah jaringan permanen, contoh di antara ruas batang (tanaman rumput).
  • Meristem apikal : Terletak di ujung setiap organ, seperti ujung daun, akar, dll.
Berdasarkan asalnya, jaringan meristem dikelompokkan menjadi :
  • Meristem primer : Sel-sel jaringan ini langsung berkembang dari sel-sel embrionik.
  • Meristem sekunder : Sel-sel ini berkembang dari jaringan dewasa yang sudah terlebih dahulu mengalami deferensiasi.

2. Jaringan Permanen (dewasa)

Jaringan dewasa ini adalah jaringan tumbuhan yang sudah tidak aktif karena telah mengalami deferensiasi. Akibatnya jaringan ini sudah tidak bisa lagi membelah diri.

Ciri-ciri jaringan permanen

  • Lebih besar dari jaringan meristem.
  • Tidak dapat membelah diri.
  • Memiliki ruang antar sel.
  • Vakuola besar dan plasmanya sedikit.
  • Dinding sel lebih tebal

Macam-macam jaringan Permanen

Jaringan Parenkim
Jaringan Parenkim atau yang disebut juga jaringan dasar adalah jaringan yang dapat ditemui di hampir seluruh bagian tumbuhan. Jaringan ini tergolong penting karena berperan sebagai dasar pertumbuhan pada organ-organ tumbuhan seperti buah, daun, biji, dll.

Fungsi jaringan parenkim antara lain untuk tempat berlangsungnya fotosintesis pada daun, menyimpan cadangan makanan, dan jaringan penyokong.

Macam-macam Jaringan Parenkim
  • Parenkim bintang, jaringan ini dapat ditemukan pada bagian tangkai daun. Bentuknya seperti bintang yang bersambutan dengan bagian selanjutnya.
  • Parenkim bunga karang, jaringan ini merupakan jaringan penyusun mesofil pada daun. Jarak antar sel-nya tidak terlalu rapat sehingga ada ruang antar sel yang cukup lebar.
  • Parenkim lipatan, jaringan ini dapat dijumpai di mesofil daun padi atau pinus.
  • Parenkim palisade, jaringan ini terdapat pada biji berbentuk sel memanjang dan tegak. Jaringan ini memiliki banyak kandungan kloropas.

Jaringan Epidermis (Pelindung)

Jaringan epidermis adalah jaringan tumbuhan yang melindungi seluruh bagian tumbuhan. Bisa dikatakan jaringan ini adalah kulit dari tumbuhan itu sendiri.

Setelah tua, beberapa bagian dari jaringan epidermis akan rusak dan selanjutnya akan diregenerasi oleh gabus.

Ciri-ciri jaringan epidermis
  • Dinding selnya beragam, tergantung letak jaringan ini.
  • Protoplasmanya hidup dan memiliki berbagai kandungan kimia.
  • Susunan sel-nya rapat dan semuanya hidup.
  • Vokuola-nya besar.
  • Tidak ber-kloropas, kecuali pada sel penutup.
Fungsi jaringan epidermis

Jaringan tumbuhan epidermis memiliki fungsi antara lain, melakukan penyerapan air dari luar dan menyimpannya untuk sementara, membatasi penguapan air, dan menyokong berdirinya tumbuhan terutama pohon.

Jaringan penguat/penyokong (mekanik)

Jaringan ini bertugas untuk menyokong tumbuhan agar tetap mampu berdiri tegak. Jaringan mekanik dibedakan menjadi dua, yakni :

a. Jaringan kolenkim

Jaringan kolenkim adalah penyokong pada tanaman-tanaman muda. Sel-sel pada jaringan kolenkim cenderung masih hidup

b. Jaringan Sklerenkim

Jaringan sklerenkim memiliki struktur yang kuat dan tebal. Jaringan ini tersusun dari sel-sel mati yang sudah tidak dapat membelah.

3. Jaringan pengangkut

Jaringan ini memiliki tugas untuk mengangkut dan menyebarkan zat-zat yang diperlukan oleh tumbuhan seperti air, unsur hara, dan lain-lain.

Zat ini dapat menghantarkan zat-zat tersebut dari satu organ ke organ lain. Secara umum, jaringan pengangkut dibagi menjadi dua, yakni :

  • Xilem, Xilem merupakan salah satu jenis jaringan pengangkut yang tugasnya menyalurkan air dari akar ke organ tumbuhan lain terutama daun.
  • Floem, Berbeda dengan xilem yang terkesan mengangkut bahan mentah untuk diolah di daun, floem bertugas mengangkut hasil matang dari fotosintesis pada daun ke seluruh anggota tubuh tumbuhan demi kepentingan perkembangan.

4. Jaringan Gabus

Jaringan gabus memiliki bentuk memanjang seperti gabus. Jaringan ini bertugas untuk melindungi sel-sel di bawahnya agar tidak terlalu banyak menguapkan air.

Ciri-ciri jaringan gabus

  • Merupakan sel kosong yang sudah mati.
  • Bentuknya memanjang.
  • Dinding seperti gabus
  • Terdiri dari sel parenkim

Macam-macam sel Gabus

  • Feloderm : Jaringan ini dibentuk oleh kambium gabus dan sel-nya hidup seperti parenkim.
  • Felem : Selnya jaringan ini cenderung mati dan arah-nya keluar dari sel.

Demikian diatas ulasan mengenai jaringan tumbuhan dan di sertai juga penjelasan lengkap mengenai berbagai fungsinya. Semoga bermanfaat]]>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *